Universitas Maarif Lampung Wisuda 598 Sarjana dan Pascasarjana

  • Bagikan
banner 468x60

​​METRO, LAMPUNG||TIGONEWS.NET – Universitas Ma’arif Lampung (UMALA) sukses menyelenggarakan prosesi wisuda bagi 598 lulusan yang terdiri dari jenjang Sarjana (S1) dan Pascasarjana (S2). Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, perwakilan pemerintah melalui Kepala Dinas Pendidikan Kota Metro, serta tamu undangan lainnya.

​Dari total 598 wisudawan, tercatat sebanyak 434 mahasiswa lulus dari program Sarjana (S1) dan 164 mahasiswa dari program Pascasarjana (S2). Dalam momen spesial tersebut, pihak universitas juga memberikan penghargaan kepada 15 mahasiswa yang dinobatkan sebagai lulusan terbaik.

Example 300x600

Rektor Universitas Ma’arif Lampung, Dr. Agus Setiawan, M.H.I., dalam sambutannya menyampaikan laporan perkembangan signifikan institusi. Ia menegaskan bahwa UMALA terus berakselerasi dalam meningkatkan mutu akademik dan tata kelola perguruan tinggi.

​”Alhamdulillah, tiga program studi di UMALA telah berhasil meraih akreditasi ‘Unggul’ secara berturut-turut, dan seluruh prodi yang ada sudah terakreditasi. Saat ini, kami juga sedang dalam proses pengurusan izin Program Doktoral (S3) Studi Islam. Semoga dalam waktu dekat izinnya keluar sehingga alumni pascasarjana memiliki ruang untuk melanjutkan studi doktoral di UMALA,” ujar Dr. Agus Setiawan.

​Selain penguatan internal, UMALA juga membuktikan eksistensinya di kancah global. Saat ini, UMALA memiliki dua jurnal internasional yang terindeks Scopus, sebuah prestasi membanggakan yang menjadi satu-satunya di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam swasta di wilayah tersebut.

Kepada para wisudawan, Rektor memberikan pesan mendalam melalui metafora kisah legendaris Biksu Tong dan Sun Go Kong. Ia mengibaratkan kehidupan pascakampus sebagai perjalanan mencari kitab suci ke Barat, di mana setiap orang akan bertemu dengan berbagai karakter rekan kerja, mulai dari yang keras, pemalas, hingga penurut.

​”Tugas Anda bukan mengeluhkan karakter tim yang berbeda-beda, tetapi tetap fokus dan konsisten pada tujuan utama. Selama Anda memiliki keteguhan dan fokus terhadap tujuan, insyaallah kesuksesan pasti akan diraih,” tambahnya.

Dr. Agus Setiawan juga mengingatkan bahwa ijazah bukan sekadar bukti akademis, melainkan sebuah kontrak sosial dengan masyarakat dunia. Menurutnya, dunia saat ini tidak kekurangan orang pintar, tetapi sangat membutuhkan orang-orang yang peduli, memiliki empati, dan mampu menjadi solusi atas masalah masyarakat.

Rektor menutup pidatonya dengan menekankan bahwa keberhasilan seorang sarjana tidak diukur dari jabatan, melainkan dari seberapa luas manfaat yang ditebarkan. Ia memberikan contoh nyata semangat belajar melalui KH Anwar Nawawi, pengasuh pondok pesantren berusia 67 tahun yang turut diwisuda pada program Magister (S2) hari ini.

​”Ini memberikan contoh kepada kita semua bahwa belajar itu tidak kenal waktu dan umur. Semangat perubahan harus menjadi integritas terbesar Anda, dengan komitmen belajar sepanjang hayat dan terus berkhidmat untuk umat,” pungkas Rektor.

​Dengan suksesnya wisuda ini, Universitas Ma’arif Lampung memohon dukungan seluruh pihak agar ke depan dapat meraih predikat Akreditasi Perguruan Tinggi yang “Unggul”.(Red)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan
banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *