Sepasang Lansia di Adimulyo Kelurahan Adipuro Lampung Tengah Tak Tersentuh Bantuan Pemerintah

  • Bagikan
banner 468x60

​Lampung Tengah||tigonews.net – Potret ironi ketidakmerataan bantuan sosial terungkap di Lingkungan Adimulyo, Kelurahan Adipuro, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah.

Sepasang lanjut usia (lansia) yang seharusnya menjadi prioritas penerima bantuan, Kakek Muhammad Taefurinudin (86 tahun) dan istrinya, Mbah Maryamah (74 tahun), mengaku hingga kini belum pernah mendapatkan bantuan sosial apapun dari pemerintah.

Example 300x600

​Kakek Muhammad Taefurinudin dan Mbah Maryamah yang beralamat lengkap di RT/RW 51/17, menyampaikan kesedihan mereka kepada awak media.

Menurut penuturan mereka, bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), sembako, dan bantuan lainnya, tidak pernah mereka dapatkan.

​”Saya ini kan sudah tua, tidak punya pekerjaan, tidak punya penghasilan” Saya juga tidak punya sawah, kebun dan ladang,” ujar Kakek Muhammad Taefurinudin dengan nada memelas”.

Jadi tolong untuk pemerintah, saya diberikan bantuan,” pintanya.

​Sungguh ironis, di tengah isu program bantuan pemerintah yang semakin difokuskan kepada kelompok lansia, pasangan ini yang tidak memiliki pekerjaan, penghasilan, maupun lahan pertanian justru terlewatkan dari jaring pengaman sosial.

​Peran Pamong Setempat pasangan lansia ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai akurasi data kemiskinan di tingkat bawah.

Diharapkan, jajaran pamong setempat, mulai dari RT, RW, hingga Kelurahan, dapat lebih cermat dalam melakukan pendataan agar bantuan benar-benar tepat sasaran kepada yang paling membutuhkan.

​Selain itu, peran pendamping program seperti Pendamping PKH juga turut disorot.

Mereka diminta untuk tidak hanya berdiam diri, melainkan turun ke lapangan dan melakukan cross-check data dengan benar untuk memastikan tidak ada warga miskin ekstrem, terutama lansia, yang terlewatkan.

​Dinsos Lampung Tengah Diminta Segera Bertindak
​Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Kakek Muhammad Taefurinudin dan Mbah Maryamah saat ini hanya bisa mengandalkan belas kasih dan pemberian dari anak-anak, keponakan, serta sanak saudara terdekat.

​Melihat kondisi ini, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lampung Tengah diharapkan segera mengambil langkah responsif. Permasalahan ini bukan hanya menyangkut urusan pemenuhan kebutuhan pangan semata, tetapi juga berkaitan erat dengan masalah sosial dan perlindungan warga negara yang rentan.

​”Peran Dinsos tentu dipertanyakan jika tidak mampu menyelesaikan masalah seperti ini. Harus segera turun tangan,” tutup sumber berita.(Red)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan
banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *