BANDAR LAMPUNG||tigonews.net — Gejolak internal melanda Partai Republik Indonesia (PRI) di Provinsi Lampung. Kekecewaan mendalam meluas di tingkat jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) hingga 15 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Lampung akibat sikap Ketua Pelaksana HUT PRI yang dinilai arogan dan tidak menghargai kearifan serta keberadaan pengurus daerah.
Kondisi ini dinilai sangat ironis. Partai yang menyuarakan slogan kekeluargaan dan kemanusiaan “Menguwongkan Uwong” (menghargai sesama manusia) justru dinilai gagal menerapkan prinsip tersebut kepada para kader dan pengurusnya sendiri di daerah.
“Kalau benar memahami orang Lampung, seharusnya tahu bagaimana cara menghargai orang Lampung,” tegas perwakilan pengurus dalam penyataan resminya.
Akar permasalahan ini bersumber dari pola komunikasi dan penanganan kegiatan yang mengabaikan kontribusi serta struktur pengurus lokal yang telah berjuang membangun basis partai di tanah Lampung. Sebagai bentuk protes keras atas sikap ketidakpedulian tersebut, jajaran pengurus DPD dan 15 DPC se-Lampung menyampaikan sikap tegas: akan menurunkan seluruh plang dan bendera PRI di wilayah Lampung jika konsolidasi dan penyelesaian masalah ini tidak segera dilakukan oleh pimpinan pusat.
Para pengurus menegaskan bahwa langkah ini diambil demi menjaga martabat daerah serta integritas para kader yang telah berdarah-darah membesarkan partai dari nol. Mereka mengingatkan pimpinan pusat agar PRI tidak sampai kehilangan para pejuang dan pembangun utamanya di daerah hanya karena kelakuan oknum pelaksana yang tidak menghargai etika organisasi.
Pengurus PRI se-Lampung mendesak adanya evaluasi total dan penyelesaian konkret secara bermartabat demi keberlangsungan partai di Provinsi Lampung.(Red)



















