Trimurjo, Lampung Tengah|| – tigonews.net – Anak-anak sekolah adalah tunas muda generasi penerus bangsa yang akan memegang estafet pembangunan.
Untuk mncetak generasi unggul dan mumpuni dibutuhkan pendidikan, dan dukungan infrastruktur yang memadai. Ini enjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar, begitu juga dengan pertumbuhan ekonomi.
Kenyamanan dan ketersediaan infrastruktur sangat diperlukan masyarakat dan anak-anak sekolah khususnya infrastruktur jalan.
Namun sangat disayangkan kondisi begitu kontras terlihat di ruas jalan Karang Bolong- Simbarwaringin dan jalan lainya di Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah.
Akses infrastruktur yang seharusnya mendukung kelancaran pendidikan justru menjadi hambatan bagi para siswa karena sangat buruk.
Pantauan media, hampir semua Ruas jalan di kecamatan Trimurjo rusak parah, baik jalan poros kecataman maupun jalan penghubung antar kampung.
Jalan karang bolong Simbarwaringin- Untoro, merupakan akses utama siswa-siswi ke SMA.N 1 Trimurjo , jalan Simbarwaringin- Purwodadi Akses anak sekolah ke SMP.N 1 dan SMA.N 1 Trimurjo, begitu juga jalan Simbarwaringin ke Depokrejo, merupakan jalan poros sekaligus akses utama bagi siswa-siswi SMK.N 1 dan SMP.N 2 Trimurjo, sangat memprihatikan.
Pada saat musim hujan badan jalan banyak yang berlubang bahkan berubah menjadi genangan air menciptakan risiko kecelakaan bagi para pengendara.
Salah satu siswa yang melintas mengungkapkan keluh kesahnya kepada awak media.
Ia mengaku hampir tergelincir, bahkan pernah mengalami kecelakaan di jalur tersebut.
“Saya pernah tergelincir dan jatuh di sini,” ujarnya singkat sambil menunjukkan lokasi jalan yang rusak.
Warga Pengguna Jalan juga mengeluh menyampaikan kekecewaan serupa, ini dirasakan oleh warga 11.c yang sering melintasi jalur tersebut.
Mardiono menyatakan jalan lintas Karang Bolong arah Untro beberapa titik berlubang dan dipenuhi genangan air.
Ia berharap pihak berwenang atau pemangku kebijakan segera mengambil tindakan nyata.
“Minta tolong untuk Bapak Lurah/ kepala kampung, terutama Bapak Camat” tolong perhatikan jalan kami ini”.
Paling tidak ada tindakan gerakan penimbunan sementara agar kami tidak kesusahan dijalan.
Kasihan sama anak-anak sekolah yang setiap hari lewat sini terkadang harus pulang bajunya kotor akibat jalan becek berlubang, dan rusak disaat musim hujan,” tutur Mardiono dengan nada penuh harap.
Beberapa pengguna jalan jalur poros Karang Bolong – Simbarwaringin – Untoro Simbarwaringin ke Purwodadi dan jalan Simbarwaringin – Depokrejo, sudah cukup lama tidak mendapatkan perbaikan dari pemerintah daerah.
Masyarakat dan para pelajar kini hanya bisa berharap agar pemerintah setempat segera mengambil langkah, inisiatif untuk memperbaiki kerusakan jalan tersebut.
Harapannya sederhana: agar akses pendidikan lancar dan tidak ada korban akibat infrastruktur yang terabaikan.
(Rul-J)



















