METRO, 12 Oktober 2026,TigoNews.net – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Metro menggelar kegiatan Bimbingan Kepribadian dan Kemandirian bagi para Klien Pemasyarakatan. Kegiatan tersebut berlangsung dengan khidmat di Aula Bapas Kelas II Metro pada Senin (12/10/2026).
Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Bapas Kelas II Metro, Prayudha. Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Yudha ini berharap para peserta bimbingan dapat menyerap ilmu serta mengambil hikmah dari setiap materi yang disampaikan oleh para narasumber.
Dalam wawancaranya, Kabapas Metro menjelaskan bahwa kegiatan Bimbingan Kepribadian dan Kemandirian ini merupakan program tahunan yang bertujuan untuk mempersiapkan para Klien Pemasyarakatan agar dapat kembali diterima dengan baik oleh masyarakat.
“Tujuan dilaksanakannya bimbingan ini adalah agar para klien dapat diterima kembali di tengah masyarakat. Untuk materi kepribadian, kami bekerja sama dengan Kemenag dan Granat yang memang sudah lama menjalin sinergi dengan kami,” ujar Yudha.
Yudha mengimbau para klien untuk terus berusaha berperilaku positif dan berkontribusi bagi lingkungan sekitar. “Kami berharap para klien dapat berbenah, berperilaku positif, serta memberikan sumbangsih di masyarakat. Minimal mereka bisa mandiri dan tidak lagi terjerumus pada perbuatan melanggar hukum,” pungkasnya.
Untuk memaksimalkan pembekalan, Bapas Kelas II Metro menghadirkan narasumber dari berbagai instansi dan praktisi, di antaranya:
Beny Mangku Negara, S.E., M.M. – Ketua DPC Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Lampung Tengah.
Tohir, S.Ag., M.Ag. – Perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Metro.
CV Livia Jaya Elsaka – Mitra penyedia pelatihan kemandirian dan kewirausahaan.
Pada sesi tanya jawab, Ketua Granat Lampung Tengah, Beny Mangku Negara, memaparkan berbagai faktor risiko yang memicu seseorang terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba, mulai dari lingkungan pergaulan yang tidak sehat, keretakan keluarga, hingga tekanan psikologis akibat duka kehilangan orang tua.
Beny menekankan pentingnya menjaga lingkungan sosial dan memilih lingkaran pertemanan yang positif melalui sebuah tamsil sederhana.
“Jika kita berteman dengan penjual minyak wangi, kita akan ikut tertular harumnya. Kesimpulannya, jika kita bergaul dengan orang-orang baik, insyaAllah kita juga akan menjadi baik. Itu sudah menjadi hukum alam,” tegas Beny.
Melalui kegiatan ini, Bapas Kelas II Metro terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pembinaan holistik—baik secara mental, spiritual, maupun keterampilan praktis—guna mendukung proses reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan secara optimal.(Rul-J)



















