GEJOLAK INTERNAL PRI DI LAMPUNG: 15 DPC DAN DPD SIAP MENURUNKAN PLANG SERTA BENDERA PRI

  • Bagikan
banner 468x60

BANDAR LAMPUNG||tigonews.net — Menjelang pelaksanaan HUT Partai Rakyat Indonesia (PRI), gejolak internal justru mencuat di tubuh organisasi. Kekecewaan para pengurus di Provinsi Lampung terhadap pelaksanaan agenda HUT PRI semakin memuncak setelah muncul sejumlah persoalan komunikasi, koordinasi, komitmen, serta perlakuan terhadap pengurus di daerah.

Kekecewaan tersebut bukan semata-mata persoalan teknis, tetapi telah menyentuh persoalan yang lebih mendasar, yakni penghargaan terhadap kerja keras dan keberadaan pengurus di daerah.

Example 300x600

Para pengurus mempertanyakan bagaimana sebuah partai yang membawa slogan “Menguwongkan Uwong” justru dinilai belum mampu memberikan penghargaan yang layak kepada orang-orang yang selama ini bekerja membangun struktur partai dari bawah.

“Partai ini belum lama berdiri dan sedang membangun kepercayaan masyarakat. Tetapi kalau sejak awal pengurus di daerah justru merasa tidak dihargai dan tidak didengar, bagaimana partai ini mau tumbuh besar?” demikian kekecewaan yang berkembang di kalangan pengurus Lampung.

Situasi semakin memanas setelah persoalan pelaksanaan HUT PRI menimbulkan kekecewaan di antara panitia pelaksana dan jajaran pengurus DPD serta 15 DPC kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

Para pengurus menilai terdapat ketidaksesuaian antara ekspektasi yang dibangun dengan realisasi di lapangan, khususnya terkait koordinasi, fasilitas, transportasi, akomodasi, serta kepastian teknis pelaksanaan kegiatan.

Yang lebih disayangkan, persoalan tersebut justru terjadi ketika struktur partai di Lampung sedang berusaha keras membangun konsolidasi hingga tingkat kabupaten/kota.

Bukan Sekadar HUT, Ini Soal Penghargaan Terhadap Pengurus

Bagi pengurus Lampung, HUT PRI seharusnya menjadi momentum memperkuat persatuan dan menunjukkan bahwa seluruh kader adalah bagian penting dari rumah besar PRI.

Namun apabila momentum tersebut justru melahirkan kekecewaan, konflik dan perasaan tidak dihargai, maka perlu ada evaluasi serius dari pimpinan pusat.

Jangan meminta daerah membangun partai dengan keringat, waktu, tenaga dan biaya sendiri, tetapi ketika daerah menyampaikan keberatan justru dianggap sebagai persoalan atau pembangkangan.

Pengurus daerah bukan sekadar nama yang tercantum dalam struktur organisasi. Mereka adalah orang-orang yang bekerja di lapangan dan menjadi wajah partai di tengah masyarakat.

15 DPC dan DPD Lampung Mengambil Sikap

Dalam perkembangan terakhir, jajaran pengurus DPD PRI Provinsi Lampung bersama 15 DPC kabupaten/kota menyatakan kekecewaan yang sangat serius.

Apabila tidak ada penyelesaian dan komunikasi yang baik dari pimpinan pusat, maka seluruh pengurus akan mengambil sikap organisasi, termasuk menurunkan plang dan bendera PRI yang terpasang di kantor-kantor kepengurusan di Provinsi Lampung.

Langkah tersebut bukan dilakukan karena para pengurus membenci PRI.

Sebaliknya, keputusan tersebut merupakan bentuk kekecewaan terhadap tata kelola dan perlakuan organisasi yang dinilai tidak mencerminkan semangat yang selama ini digaungkan.

Kami membangun partai ini bukan untuk mencari jabatan. Kami membangun karena percaya pada cita-cita PRI. Tetapi kepercayaan tidak boleh dibalas dengan sikap yang membuat pengurus daerah merasa tidak dianggap.

“Menguwongkan Uwong” Jangan Hanya Menjadi Slogan

Pengurus Lampung juga mempertanyakan makna slogan “Menguwongkan Uwong” apabila orang-orang yang berada di garis depan membangun partai justru merasa tidak diuwongkan.

Slogan bukan sekadar kalimat di spanduk.

Slogan harus terlihat dalam cara pimpinan memperlakukan kader, bagaimana pusat berkomunikasi dengan daerah, bagaimana keputusan dibuat, dan bagaimana pengorbanan pengurus dihargai.

Kalau menguwongkan uwong hanya menjadi slogan, maka rakyat dan kader berhak bertanya: siapa sebenarnya yang sedang diuwongkan?

Saat ini, persoalan Lampung seharusnya menjadi alarm bagi DPP PRI.

Partai yang masih sangat muda tidak boleh membiarkan persoalan internal berkembang menjadi perpecahan terbuka.

Karena yang sedang dipertaruhkan bukan hanya sebuah kegiatan HUT.

Yang dipertaruhkan adalah kepercayaan.

Dan ketika kepercayaan pengurus sudah hilang, maka yang runtuh bukan hanya plang dan bendera partai.

Yang runtuh adalah semangat orang-orang yang selama ini berdiri di belakangnya.

DPD PRI PROVINSI LAMPUNG
Bersama 15 DPC Kabupaten/Kota.(Red)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan
banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *