Trimurjo Lampung Tengah||tigonews.net – Di aula Koramil kecamatan Trimurjo Danramil kecamatan Letu inf Sudarto pimpinan rakor Sosialisasi penyerapan gabah petani ke bulog dan pemerintah.
Rakor sosialisasi penyerapan gabah petani ke Bulog dan pemerintah di aula koramil dihadiri oleh Camat kecamatan Trimurjo, Suparyono, S.I.P MM, Kapolsek Kecamatan Trimurjo, seluruh lurah dan kepala kampung se-kecamatan Trimurjo, seluruh Rw se-kecamatan Trimurjo juga gapoktan.
Dalam rakor terebut, Danramil kecamatan Trimurjo Letu inf. Sudarto mengatakan dengan tegas bahwa harga gabah petani telah ditentukan oleh pemerintah yaitu Rp 6.500 diatas mobil.
Harga 6.500. ini sudah termasuk biaya oprasional mulai dari kuli panggul, sentok,kombet,bahkan transportasi.
Guna memenuhi kebutuhan beras nasional 3 jt ton beras, petani diminta untuk menjual gabahnya ke pemerintah/Bulog.
“Petani Wajib menjual gabahnya ke pemerintah atau Bulog tandasnya” Danramil.
Danramil juga meminta aparatur kampung/untuk mendukung program pemerintah.
Aparatur pemerintah kampung atau lurah yang punya bengkok juga diminta untuk menjual sebagian gabahnya ke bulog tandas danramil.
Dalam kesempatan tersebut camat kecamatan Trimurjo Suparyono S.I.P. MM,dalam sambutannya mengatakan untuk menunjang ketahanan pangan dan swasembada pangan kucinnya adalah keamanan.
“Salah satu yang menunjang ketahanan pangan adalah keamanan, kalau sebuah wilayah sudah aman, dengan sendirinya petani dapat dipastikan akan berupaya meningkatkan hasil panenya”. Untuk itu diharapkan kelurahan/kampung dapat menjamin rasa aman dan nyaman kepada masyarakat ucap camat”.
Apalagi pemerintah sekarang ini sangat mendukung pertanian, pupuk subsidi disediakan, penyuluhan pertanian ada,alsinta(alat pertanian) dibantu oleh pemerintah, jadi tidak akan kendala kalau untuk mewujudkan swasembada pangan paparnya camat Trimurjo.
Pemerintah akan terus mendukung petani untuk kesejahteraan para petani pungkas camat. (red)



















